Tahun 2016 Adalah Tahun Dimana Tablet Akan Berjaya


Desember sudah tinggal beberapa hari lagi. Beberapa hari juga akhirnya saya bisa merasakan libur yang cukup panjang, walaupun cuti hanya tinggal sisa 2 lagi.

Karena sudah mulai libur, tentu waktu produksi di pabrik makin meningkat untuk mengejar target produksi sehingga menurunkan intensitas saya berselancar di internet.

Ngomong-ngomong soal internet, saya memperhatikan kalau akhir-akhir ini sedang terjadi peperangan di dunia teknologi. Smartphone Android vs iOS sudah terlalu mainstream. Tapi kali ini adalah pertempuran sengit di segmen tablet, yang akhir-akhir ini sedikit mulai meningkat.

Sedikit fakta bahwa orang lebih menyukai phablet ketimbang tablet. Menurut Techno.id, penjualan tablet semakin menurun tetapi phablet justru meningkat.

Phablet
sendiri merupakan sebutan untuk smartphone yang ukuran layarnya sekitar 5.5-6.8 inci. Sedangkan tablet lebih dari 7 inci.

Mungkin alasan orang lebih memilih phablet adalah bentuknya yang ringkas dan masih muat di saku serta gampang dibawa. Tidak seperti tablet yang cenderung lebar karena ukuran bezel yang cukup besar.

Tidak banyak produsen teknologi yang merilis tablet. Hanya pabrikan besar seperti Apple, Samsung, Asus, LG, Sony, dan Lenovo yang merilis tablet di tahun 2015 ini. Itupun tidak banyak. Mereka hanya merilis beberapa produk tablet saja ketimbang presentasi rilis smartphone.

Juga Xiaomi yang hanya merilis Mi Pad saja di tahun ini dan dengar-dengar mereka sudah merilis Mi Pad 2 yang menggunakan prosesor Intel.

Mi Pad

Penjualannya pun dari tahun ke tahun semakin menurun. Menurut laporan IDC yang dikutip dari Liputan6, penjualan tablet secara global di tahun 2015 ini kurang memuaskan. Semakin turun dari tahun ke tahun.

Tapi karena inovasi di dunia teknologi yang sangat cepat, muncul tablet hybrid, yaitu sebuah tablet yang memiliki keyboard dan layarnya bisa dilepas dari keyboardnya.

Acer One 10 merupakan salah satu contoh tablet hybrid.

Acer One 10

Tapi yang menarik perhatian adalah Microsoft dengan Surface Book nya. Surface Book sendiri adalah sebuah perangkat seperti laptop, namun layarnya bisa dilepas. Sama seperti tablet hybrid, tetapi dengan layar yang lebih besar.

Microsoft yang meluncurkan Surface Book ini mendapat pujian dari banyak pihak karena desainnya yang bagus. Juga mencatatkan penjualan yang memuaskan. Bahkan pada bulan Oktober lalu, dari data WinBeta yang dikutip dari Kolomgadget, Surface Book terjual lebih banyak dibandingkan dengan Apple iPad dan iPad Pro.

Berkat keberhasilanya itu pula saham Microsoft menjadi naik dan Apple menjadi turun.

Surface Book sendiri akan berhadapan dengan iPad Pro yang secara sekilas terlihat sama. Tapi keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Surface Book dijual paling murah sekitar $1,400 sedangkan iPad Pro dibandrol $799 untuk varian yang paling murah.

Harga Surface Book

Harga iPad Pro

Hal ini jelas menarik karena Microsoft berani menawarkan harga hampir 2x dari iPad Pro. Padahal Apple sendiri identik dengan barang yang ekslusif dan dijual dengan harga mahal. Sedangkan Microsoft, dari sisi smartphone tidak terlalu menggembirakan. Kalah jauh dari Apple dengan iPhone.

Meskipun begitu, kedua tablet hybrid ini tetap laris manis di luar negeri.

Dengan larisnya kedua perangkat ini, bukan tidak mungkin di tahun 2016 nanti akan ada perangkat yang sejenis dengan iPad Pro ataupun Surface Book dari pabrikan lainnya. Mengingat pasar tablet konvensional sudah mulai jenuh dan pasar smartphone yang akan lebih didominasi dengan smartphone Android yang harganya murah tapi spesifikasinya gahar.

Pabrikan seperti Xiaomi, Asus, OnePlus, Meizu, Lenovo, ataupun Infinix jelas akan berdarah-darah menghadapi persaingan smartphone yang semakin ketat. Dimana konsumen lebih menyukai harga terjangkau tetapi spesifikasi serupa flagship.

Jika pabrikan lain merilis perangkat tablet hybrid, bukan tidak mungkin harganya akan lebih murah. Dan itu berarti konsumen pun akan diuntungkan karena lebih banyak pilihan.

Ilustrasi: Techradar | Kerjaitumain

0 komentar:

Posting Komentar